Telah dilihat sebanyak 1524 kali

Wartawan Bukan Mahluk Kebal Hukum

Senin, 18 November 2013 | 17:11 WIB
Diposting oleh Administrator

SEKAYU Berita Muba - Wartawan bukan mahluk kebal hukum yang bisa semena-mena dalam membuat pemberitaan. Wartawan merupakan profesi yang memiliki kode etik dan aturan-aturan yang harus ditaati, yang bila melanggar dapat disomasi ataupun diproses hukum lainnya.

Demikian diutarakan Wakil Pemimpin Redaksi Harian Umum Kabar Sumatera Sarono P Sasmita pada audiensi bersama Bupati Muba H Pahri Azhari, Senin (18/11). Hadir pada audiensi jajaran redaksi Harian Umum Kabar Sumatera, Pemimpin Redaksi Imron Supriyadi, General Manager Nana Eka Nugraha, Kabiro Muba Bagus Santosa, Koresponden Muba Syamsuri.

“Profesi wartawan juga banyak ‘penumpang gelapnya’. Ini yang akhirnya memunculkan istilah wartawan bodrek, wartawan tanpa surat kabar, dan lainnya yang semakin banyak,” ujar Sarono.

Menurutnya, kode etik jurnalistik merupakan acuan bagi wartawan yang harus dikedepankan dalam melaksanakan profesinya. Ditambahkannya, malpraktek tak hanya terjadi dalam profesi dokter, namun juga dilakukan wartawan akibat salah tulis yang tidak sesuai dengan kaidah penulisan dan kode etik jurnalistik.

Sementara Pemred Harian Umum Kabar Sumatera Imron Supriyadi menegaskan, kode etik merupakan modal dasar bagi jurnalis. “Kalau ada wartawan yang melanggar kode etik dan layak dihukum, kenapa tidak. Sebab semua ada aturannya, dan berita harus berimbang. Bila ada permintaan hak jawab atas suatu pemberitaan, maka harus diutamakan pemuatannya.”

Kepada Bupati Muba H Pahri Azhari, dijelaskannya bahwa Harian Umum Kabar Sumatera memuat 80 persen  konten lokal, dan isu nasional dengan pendekatan lokal. Menurutnya, Harian Umum Kabar Sumatera memiliki cita-cita untuk mengubah poa pikir dan memberi pencerahan dengan mendorong peningkatan minat baca masyarakat.

“Harian Umum Kabar Sumatera memiliki slogan ‘Newspaper to change your mind and heart’. Salah satunya dengan membangun citra wartawan profesional di Harian Umum Kabar Sumatera, dan diharamkan menerima amplop,” imbuhnya.

Bupati Musi Banyuasin H Pahri Azhari menyambut baik kehadiran redaksi Harian Umum Kabar Sumatera. Dirinya mengajak media untuk menjadi mitra pemerintah, dan mampu memberikan pencerahan bagi masyarakat melalui citra wartawan yang profesional. “Media bisa menggiring baik dan buruk opini masyarakat. Melalui media, kami berharap ada kontribusi positif bagi pembangunan.” 

(Penulis: Amiriansah )

        

Komentar

Berita Lainnya
Hak Jawab

    Jika ada berita kami yang tidak sesuai dengan kode etik jurnalistik atau pedoman media siber


    Silahkan gunakan hak jawab dan mengadu ke redaksi www.beritamuba.com


    Bila tidak mendapatkan pelayanan semestinya silahkan mangadu ke Dewan Pers


    LAYANAN ADUAN
    HAK JAWAB